Emil Tinjau Akses Tol dan Projek Penanggulangan Banjir

Bandung, (GB) - Walikota Bandung Ridwan Kamil menegaskan jika warga Gedebage sudah mensepakati bahwa akses tol akan tetap dibangun di bawah. Sedangkan akses yang naik itu adalah jembatan yang menghubungkan Komplek perumahan Adipura disisi barat dan timur.
 
"Kalau dulu ingin koneksinya tetap didarat dan jalan tol naik ke atas,"ujarnya saat Mapay Lembur di Kecamatan Gedebage, Kamis (8/10)
 
Perubahan rencana pembangunan itu memang sudah dipertimbangkan sebelumnya. Menurutnya jika tetap dilakukan sesuai rencana awal, hal itu akan membutuhkan biaya mahal dan lebih banyak masalah lagi.
 
Maka dari itu ia sudah memutuskan perubahan rencana tersebut dan warga sudah disepakati oleh warga. Ia berharap dalam dua bulan, projek ini sudah selesai dalam tahap satu.
 
"Sehingga tahun depan dilanjutkan ke tahap berikutnya,"ungkapnya.
 
Untuk penyerapan PIPPK di Kecamatan Gedebage, pria yang kerap disapa Emil ini menuturkan bahwa sudah terserap sampai 60,46 persen. Dirinya berujar jika penyerapan di Gedebage cukup baik, karena ditunjang dengan jumlah kelurahan yang ada empat dan warga yang berjumlah 28 ribu.

Setelah berdiskusi dengan warga dikantor Kecamatan Gedebage, Ridwan Kamil langsung menuju pasar Gedebage. Disana ia memeriksa lahan yang akan dijadikan sebagai resapan air guna penanggulangan banjir.
Lahan tersebut tepat berada di sebelah kanan pintu pasar Gedebage. Menurut Walikota yang gemar berpeci tersebut, dibawah tanah tersebut akan dibangun tiga reservoir raksasa.
 
"Ukurannya seukuran drum yang ada di depo pertamina, disimpan dibawah tanah dengan kedalaman 30 meter "imbuhnya.
 
Dengan begitu, kata Ridwan Kamil banjir dari perempatan gedebage dan pasar akan bisa digiring ke lahan tersebut. Sehingga nantinya reservoir raksasa itu akan bisa menyimpan cadangan air yang banyak.
 
"Saat kemarau bisa jadi cadangan air dan dikonversi menjadi air minum,"tuturnya.
 
Projek reservoir tersebut sudah dianggarkan ditahun 2016 dan sedang dikerjakan oleh tim ahli dari ITB Professor Rusnandi dan Belanda. Nama projek resapan air itu adalah Tabungan Air Bandung (Tabir Bandung).
 
"Mudah-mudahan tahun depan tidak ada banjir lagi. Teknologi ini ide anak bangsa ide dari Profesor Rusnandi,"ucapnya