Bandung, GarduBerita - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika bersama Bunda Literasi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil dan Anggota DPR RI Komisi I, Muhammad Farhan menggelar Siaran Keliling (Sarling) perdana di tahun 2020. Sarling kali ini dilaksanakan di SMKN 2 Tasikmalaya, Jln. Noenoeng Tisnasaputra, Tasikmalaya, Rabu (15/1/2020). Sebanyak 970 peserta yang terdiri dari siswa dan guru, hadir menyemarakkan acara tersebut.
Kadisdik mengaku takjub pada sarling kali ini. Karena, selain dihadiri ratusan siswa, sarling kali ini pun dihadiri anggota DPR RI. Kadisdik pun berharap, kegiatan sarling ini memberikan perubahan baik bagi pelayanan pendidikan di Jabar. "Mudah-mudahan, kegiatan ini memberikan kebaikan dan perbaikan untuk pendidikan di Jabar," harapnya.
Kadisdik menjelaskan, Kota Tasikmaya memiliki 303 sekolah di semua jenjang. Di antaranya, 6 sekolah luar biasa (SLB), 27 sekolah menengah atas (SMA), dan 51 sekolah menengah kejuruan (SMK). Secara khusus, Kadisdik mengapresiasi prestasi dan potensi yang dimiliki SMKN 2 Tasikmalaya.
"Di sekolah ini ada 13 kompetensi dan telah menjalin kerja sama dengan 300 perusahaan, dimana 36 perusahaan di antaranya sudah merekrut lulusan sekolah untuk bekerja di sana," tuturnya.
Kadisdik pun mendorong seluruh sekolah di Jabar agar termotivasi dengan prestasi tersebut. "Kita harus mewujudkan inovasi antara sekolah dan industri, antara guru dan siswa untuk mendapatkan prestasi," tegasnya.
Ajak Tangkal Hoax
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Literasi Jawa Barat, Atalia mengajak seluruh siswa agar berperan aktif menangkal penyebarluasan informasi bohong atau hoax. Atalia juga mengajak para pelajar untuk memilih dan memilah setiap berita atau sebaran informasi yang diterima. "Jangan gampang terprovokasi dan ikut-ikutan menyebarluaskan konten berita atau sebaran informasi dari sumber yang tidak jelas," imbaunya.
Hal senada diungkapkan Farhan. Menurutnya, seiring pesatnya kemajuan teknologi, masyarakat saat ini tak bisa lepas dari penggunaan handphone. "Untuk mengiringi perkembangan tersebut, kita dituntut lebih pintar dari telepon pintar yang kita genggam. Supaya kalian menjadi generasi yang cerdas, inovatif, dan anti-hoax," ucapnya.
Kegiatan sarling kali ini diisi beberapa rangkaian acara, di antaranya pembacaan deklarasi anti-hoax dan radikalisme oleh seluruh siswa Kota Tasikmalaya, penyuluhan dari Atalia Praratya Kamil dan Muhammad Farhan serta penampilan seni dari siswa Kota Tasikmalaya.
Salah seorang siswa SMKN 2 Tasikmalaya, Agung Somantri mengaku mendapatkan banyak ilmu baru dari kegiatan ini. "Saya mendapatkan banyak ilmu baru dan jadi tahu cara menangkal penyebaran berita hoax," ungkapnya. Sedangkan siswa lainnya, Alwan Hanif Ramadhan diberi kesempatan menunjukkan inovasinya di bidang mekatronika.*

