Disdik Jabar Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan AS, PBB, dan UKK


Bandung, GarduBerita Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar Rapat Persiapan Ujian Sekolah (AS), Ujian Nasional (UN), dan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) Tahun Pelajaran 2019/2020 pada Kegiatan Tim Pengembang Kurikulum SMK di Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung di Aula Muhamad Yamin Gedung Disdik Jabar, Jln. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Senin (20/1/2020).


Pada rapat yang dihadiri pengawas dan kepala sekolah se-Jawa Barat ini, Kadisdik Jabar, Dewi Sartika menyatakan, pada saat Ujian Nasional akan diganti pada 2021, namun dengan menghadirkan Permendikbud 43/2019 tentang Penyelenggaraan Ujian, berikut ini adalah salah satu yang diminta ujian atau ujian diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Maka dari itu, lanjutnya, setiap provinsi harus segera menyelesaikan persiapan yang akan dilakukan dalam ujian yang segera dilaksanakan tahun ini.

Kadisdik pun mengimbau satuan pendidikan untuk dirumuskan dengan berbagai persiapan yang akan dilalui oleh peserta didik. "Meskipun ini Ujian Nasional terakhir, namun tetap saja kita harus melakukan persiapan yang matang," tegas Kadisdik.

Kadisdik melanjutkan, melalui AS, UN, dan UKK, sekolah bisa mendukung semua proses kegiatan belajar mengajar. Terkait, kualitas guru dalam mengajar akan terlihat saat hasil ujian tersebut keluar.

“Evaluasi harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Membantu, sekolah dapat mengukur kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik. Ujian bukan hanya menjadi bahan evaluasi bagi sekolah, tetapi juga Dinas Pendidikan, ”jelasnya.
Merdeka Belajar

Dalam pertemuan tersebut, Kadisdik juga menyatukan proses belajar mengajar di kelas yang sudah menerapkan metode "Merdeka Belajar", seperti yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim.

"Guru dan siswa harus bekerja sama dalam meningkatkan kompetensi. Pelaksanaan pembelajaran membutuhkan kreativitas dan inovasi untuk pengembangan potensi peserta didik," ujar Kadisdik.

Merdeka belajar juga menuntut guru lebih banyak bergerak untuk mencari metode pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membantu peserta didik. Dibutuhkan, bisa dibawa anak-anak di abad 21 ini. Salah satunya, guru tidak mengeluarkan siswa untuk terus berkreasi.

"Siswa diberi kebebasan dalam belajar. Mereka harus belajar langsung di lapangan sehingga berpikir kritis mereka terbangun dan sensitif terhadap tantangan yang ada di lingkungannya. Dampak positifnya, mereka akan kembali ke guru untuk bertanya," pungkasnya. *