ITB Ciptakan Smartedu, Sistem Ujian Terintegrasi yang Smart


Bandung, GarduBerita Guna meningkatkan kegiatan belajar mengajar yang lebih efektif dan efisien, Institut Teknologi Bandung (ITB) menciptakan SmartEdu, yakni sistem ujian berbasis komputer terintegrasi. Inovasi tersebut merupakan hasil kerja sama ITB, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

SmartEdu ini dikembangkan oleh Ir. Adi Indrayanto dan Yusep Rosmansyah serta tim dosen dan peneliti di Sekolah Teknik Elektro & Informatika (STEI) dan Pusat Mikroelektronika (PME) ITB. 
Adi Indrayanto menjelaskan, sistem SmartEdu awalnya dibuat untuk membantu dosen dalam memilih materi yang akan disampaikan di kelas. ”Jadi, sebelum kelas dimulai, dosen melakukan pre-test terlebih dahulu. Dari nilai mahasiswa dan persebaran benar salah untuk setiap soal dapat dilihat materi mana yang membutuhkan penjelasan lebih dalam. Sehingga, pembelajaran menjadi lebih efisien dan tepat sasaran,” tuturnya seperti dilansir dari laman itb.ac.id, Rabu (29/1/2020).
Menurutnya, SmartEdu merupakan sistem yang smart karena sistem ini lebih ringkas, simple, dan mobile dibandingkan sistem ujian berbasis komputer yang sudah ada. Sistem SmartEdu ini terdiri dari tiga komponen utama. 
Pertama adalah gawai. Gawai ini berupa smartphone yang digunakan dan dikembangkan sendiri oleh Adi Indrayanto sejak 2016. Penggunaan smartphone ini untuk menggantikan komputer. Aplikasi yang terdapat di dalam smartphone tersebut menggunakan sistem operasi buatan sendiri.
Komponen kedua adalah portable docking, yaitu berupa koper untuk pengisian daya sekaligus tempat smartphone yang disusun 10 baris, dimana 1 baris memuat 5 smartphone. Sensor yang sudah dipasang pada koper akan otomatis mendeteksi setiap baris, apakah terdapat smartphone dengan daya baterai kurang atau tidak. Jika daya kurang maka akan dilakukan pengisian dan penghentian daya secara otomatis.
“Komponen yang ketiga adalah access point. Penggunaan access point lokal bertujuan menghindari kecurangan atau kegiatan yang tidak berhubungan dengan kegiatan pembelajaran,” jelas dosen dari Kelompok Keahlian Elektronika ITB itu.
Sistem Kerja Sederhana
Adi Indrayanto menyampaikan, aplikasi yang dikembangkannya ini memiliki tampilan sederhana. Peserta cukup log in, setelah masuk maka akan langsung diarahkan ke paket soal. Selanjutnya, cukup memilih paket soal yang akan dikerjakan. Dalam pengerjaan soal, terdapat fitur untuk menandai jika jawaban yang dipilih masih ragu-ragu. Nomor soal pun akan diberi warna berbeda dan pengerjaannya bisa dilakukan secara tidak berurutan.
“Selanjutnya, setelah menyelesaikan pengerjaan, peserta cukup submit hasil pengerjaan dan log out dari aplikasi. Nilai hasil pengerjaan akan langsung keluar dan dapat dilihat oleh pembuat soal,” sambungnya.
Adi berharap, ke depan SmartEdu dapat digunakan untuk semua jenis ujian berbasis komputer. Tidak hanya untuk kalangan kampus, tapi juga ujian tes CPNS dan ujian masuk perguruan tinggi.*