Realisasi PIPPK 2016, Kecamatan Babakan Ciparay Targetkan 98 Persen

Sosialisasi dan Pencanangan PIPPK 2016
Bandung, GB - Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) tahun 2016 di Kecamatan Babakan Ciparay sudah banyak yang berjalan, diantaranya pembinaan Linmas, pemasangan sibel sudah banyak yang selesai, dan anggarannya dihandle dulu oleh penyandang dana dari masyarakat secara swakelola.

“Diluar dugaan pada tahun 2015 kemarin penyerapan PIPPK Kecamatan Babakan Ciparay mencapai 97,43 % dan mendapat award. Sebetulnya penyerapan PIPPK yang utamanya selain penyerapan yang besar, adalah ketepatan dalam pelaksanaan programnya, dan ada buktinya, kata Camat Babakan Ciparay, Dedi 
Sutiadi, S.Ip, M.Si, ketika ditemui di kantornya, Kamis (02/06/2016).
Musyawarah Persiapan PIPPK 2016
Dikatakan Dedi, PIPPK pada tahun 2016 yang sudah terserap di Kecamatan Babakan Ciparay baru mencapai 7 % (per 31 Mei 2016). Dan kegiatan yang sudah dilaksanakan, diantaranya PKK, PNP, pelatihan P2MP (Perhitungan Partisipatif Masyarakat Perkotaan), dan honorarium RT.

“Yang akan menyerap besar nanti setelah fisik berjalan. Kami belum menyerap karena TU nya sedang dalam proses, karena yang besar itu dari TU, tiap kelurahan bisa menyerap sampai dengan Rp. 1 Milyar, tapi harus sesuai dengan kelengkapan data yang akurat,” tegasnya.
Sementara data perkembangan realisasi PIPPK se-Kecamatan Babakan Ciparay sampai dengan tanggal 31 Mei 2016 sebagai berikut;
  1. 1.    Kelurahan Babakan Ciparay, dengan jumlah lembaga penerima manfaat sebanyak 9 RW, 1 PKK, 1 LPM, 1 Karang Taruna, pagu anggaran Rp. 1.373.450.000,-, dengan realisasi Rp. 194.538.150,- (14.16 %), sisa anggaran Rp. 1.178.911.850,- (85.84%).
  2. 2.    Kelurahan Babakan, dengan jumlah lembaga penerima manfaat sebanyak 13 RW, 1 PKK, 1 LPM, 1 Karang Taruna, pagu anggaran Rp. 1.862.250.000,-, dengan realisasi Rp. 103.121.800,- (5.54 %), sisa anggaran Rp. 1.759.128.200,- (94.46%).
  3. 3.    Kelurahan Sukahaji, dengan jumlah lembaga penerima manfaat sebanyak 10 RW, 1 PKK, 1 LPM, 1 Karang Taruna, pagu anggaran Rp. 1.553.850.000,-, dengan realisasi Rp. 112.550.000,- (7.24 %), sisa anggaran Rp. 1.441.300.000,- (92.76%).
  4. 4.    Kelurahan Margahayu Utara, dengan jumlah lembaga penerima manfaat sebanyak 11 RW, 1 PKK, 1 LPM, 1 Karang Taruna, pagu anggaran Rp. 1.578.250.000,-, dengan realisasi Rp. 102.450.000,- (6.49 %), sisa anggaran Rp. 1.475.800.000,- (93.51%).
  5. 5.    Kelurahan Margasuka, dengan jumlah lembaga penerima manfaat sebanyak 9 RW, 1 PKK, 1 LPM, 1 Karang Taruna, pagu anggaran Rp. 1.339.850.000,-, dengan realisasi Rp. 87.100.000,- (6.50 %), sisa anggaran Rp. 1.252.750.000,- (93.50%).
  6. 6.    Kelurahan Cirangrang, dengan jumlah lembaga penerima manfaat sebanyak 5 RW, 1 PKK, 1 LPM, 1 Karang Taruna, pagu anggaran Rp. 882.000.000,-, dengan realisasi Rp. 37.925.000,- (4.30 %), sisa anggaran Rp. 844.075.000,- (95.70%).
Dengan total jumlah 6 kelurahan, jumlah lembaga penerima manfaat sebanyak 75, pagu anggaran 8.589.650.000,-, dengan realisasi Rp. 637.684.950,- (7.42%), sisa anggaran Rp. 7.951.965.050,- (92.58%).
Persiapan PIPPK Kec. Babakan Ciparay
Sedangkan realisasi PIPPK PKK Kecamatan Babakan Ciparay sampai dengan 31 Mei 2016 sebagai berikut :
  1. 1.    Kelurahan Babakan Ciparay, dengan jumlah 9 RW, pagu Rp. 100.000.000,-, realisasi Rp. 58.193.650,- (58.19 %).
  2. 2.    Kelurahan Babakan, dengan jumlah 13 RW, pagu Rp. 100.000.000,-, realisasi Rp. 38.031.000,- (38.03 %).
  3. 3.    Kelurahan Sukahaji, dengan jumlah 10 RW, pagu Rp. 100.000.000,-, realisasi Rp. 15.150.000,- (15.15 %).
  4. 4.    Kelurahan Margahayu Utara, dengan jumlah 11 RW, pagu Rp. 100.000.000,-, realisasi Rp. 7.000.000,- (7.00 %).
  5. 5.    Kelurahan Margasuka, dengan jumlah 8 RW, pagu Rp. 100.000.000,-, realisasi Rp. 11.850.000,- (11.85 %).
  6. 6.    Kelurahan Cirangrang, dengan jumlah 5 RW, pagu Rp. 100.000.000,-, realisasi Rp. 4.750.000,- (4.73 %).
Dengan total 6 kelurahan, 57 RW, Pagu 600.000.000, realisasi 134.949.650,- (22.49 %).
Diakuinya, penyerapan PIPPK di wilayahnya baru mencapai 7 % karena dana untuk pembangunan fisik belum cair, namun prosesnya sedang berjalan karena itu melalui swakelola. “Pencairan dana TU di Kota sedang proses, karena saya ingin semua persyaratannya dipenuhi tidak mau sebagian-sebagian,” tegasnya.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, PIPPK sebenarnya kuncinya di tiap lurah sebagai penanggung jawab kegiatannya, sedangkan masalah urusan pencairan keuangan adalah camat sebagai pengguna anggaran. Dan setelah anggaran cair lurah lah yang melaksanakan kegiatan.
“Saya ingin penyerapan PIPPK tahun 2016 bisa mencapai 98.00 %, diatas pencapaian tahun kemarin yang mencapai 97.43 %. Mudah-mudahan saja, saya optimis pada bulan Agustus 2016, penyerapan bisa mencapai 80 %. Kalau 6 kelurahan sudah mencairkan dana TU, berarti sudah tercapai, karena penyerapan PIPPK ada di pembanguna fisik,” pungkasnya.
Dens