Bangun Karakter Siswa Melalui Barongsai


Bandung, GarduBerita -  Tekad pelatih barongsai Shandy Bernard Sianto untuk meningkatkan kemampuan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Budi Utama Cirebon membuahkan hasil. Sejak dibuka tahun 2007, Shandy dipercaya SLB Budi Utomo Cirebon untuk menjadi pelatih ekstrakurikuler barongsai.

Bagi Shandy, pengalaman melatih barongsai di tingkat SLB menjadi tantangan tersendiri. “Saya mempunyai pengalaman berbeda dan tantangan tersendiri saat melatih barongsai para siswa SLB,” ujarnya, seperti dikutip dari liputan6.com, Senin (27/1/2020).
Bahkan, menurutnya, para siswa SLB adalah guru baginya. Ia mengaku mendapat banyak pelajaran dari mereka. Salah satunya, Shandy belajar bahasa secara autodidak dengan siswa agar mempermudah komunikasi dengan mereka.
Tak hanya mempelajari cara berkomunikasi, Shandy juga belajar bagaimana menghadapi siswa yang sulit diatur. Namun, selama 14 tahun mengabdi sebagai pelatih barongsai, ia mengaku tidak pernah merasa menyesal.
“Semangat dan kegigihan siswa lah yang menjadi motivasi saya. Bahkan yang membuat saya kagum, setiap latihan yang seharusnya dimulai pukul 13.00 WIB, siswa telah menunggu mulai pukul 11.00 WIB,” ungkapnya.
Buah Kesabaran
Meski demikian, Shandy mengaku harus lebih bersabar dan mempunyai cara berbeda dalam melatih para siswa. Jika umumnya siswa diajak belajar dan bermain, Shandy membuat pola yang terbalik.
“Pola saya bermain, tapi belajar. Dengan begitu, ilmu yang saya tularkan akan lebih masuk ke siswa,” ujarnya.
Pola pengajaran yang diterapkan Shandy pun membuahkan hasil. Pada 2008, anak didiknya berhasil meraih penghargaan dari Original Rekor Indonesia (ORI), tepatnya di Ulang Tahun ke-42 Perguruan Kelabang. Shandy pun kian bersemangat mengajak siswanya untuk mengikuti kompetisi atau kejuaraan barongsai. 
“Yang paling utama adalah menunjukkan kepada masyarakat bahwa siswa SLB mampu bermain barongsai. Meski saat mengikuti Bupati Cup kalah, namun saya bangga karena penonton kagum melihat mereka merupakan siswa SLB,” tutur Shandy.
Melalui barongsai, Shandy membangun karakter siswa melalui seni. Di sela-sela latihan, Shandy kerap mengajak para siswa berdialog dan memotivasi mereka agar memiliki cita-cita.
Hal ini juga didukung pihak sekolah yang menilai bahwa ekstrakurikuler barongsai membawa dampak positif bagi sikap dan mental siswa. Bahkan, para guru pun belajar dan saling berbagi pengalaman. 
Seperti yang disampaikan Pembina Ekstrakurikuler Barongsai SLB Budi Utama Cirebon, Cucu Nursilawati. Menurutnya, siswa jadi lebih peduli, kompak, dan saling menghormati satu sama lain. "Peran Shandy sangat penting di SLB ini. Selain melatih siswa, Shandy juga sering mengajak siswa tampil di luar sekolah,” ungkapnya.*