Bandung, Garduberita - Menciptakan lingkungan belajar ideal merupakan impian setiap sekolah.
Lingkungan yang sehat akan membuat warga sekolah nyaman sehingga
kegiatan belajar mengajar pun akan berjalan optimal.
Melalui
Program Adiwiyata yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup bekerja
sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi upaya
terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam pelestarian
lingkungan hidup. Hal ini diperkuat peraturan Menteri Lingkungan Hidup
Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan
Program Adiwiyata bahwa sekolah adiwiyata ialah sekolah yang peduli dan
berbudaya lingkungan.
Program
Adiwiyata ini sudah diterapkan oleh Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)
4 Kota Bandung guna mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya
lingkungan. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan demi menciptakan kondisi
yang baik dan nyaman bagi sekolah.
Warga
sekolah juga harus bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan
lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Seperti yang disampaikan Wakil
Kepala Sekolah (Wakasek) Humas SMAN 4 Kota Bandung, Karyawan, terdapat
beberapa kegiatan yang dicanangkan sekolah untuk mendukung Program
Adiwiyata tersebut.
Di
antaranya, pemeliharaan taman secara rutin, kampanye nol sampah pada
seluruh warga sekolah, penyediaan tempat sampah di setiap sudut sekolah,
kampanye membawa alat makan dan minum dari rumah untuk menciptakan
warga sekolah yang sehat serta mobilisasi sampah yang masih tersisa
secara kontinuitas ke tempat pembuangan sampah dengan dukungan kendaraan
sampah (motor sampah) milik sekolah.
“Tak
hanya itu, sekolah juga mengadakan penghijauan dan program gerakan
pungut sampah (GPS) setiap Senin dan Jumat di sekitar lingkungan
sekolah,” ujar Karyawan, saat dihubungi, Sabtu (11/1/2020).
Menurut
Karyawan, masuk kategori sekolah Adiwiyata Mandiri tidaklah mudah,
banyak langkah yang harus dilewati. Kegiatan yang digulirkan saat ini
merupakan tindak lanjut Program Adiwiyata yang dicanangkan. Tak hanya
itu, sekolah juga menyisipkan pembelajaran mengenai lingkungan dalam
mata pelajaran biologi.
“Saat
upacara, setiap guru menyampaikan/menyisipkannya dalam mata pelajaran.
Ada juga kerja sama dengan puskesmas terdekat untuk penyuluhan tentang
kesehatan dan lingkungan,” tuturnya.
Karyawan
juga berharap, warga sekolah mmapu meningkatkan kesadaran terhadap
lingkungan sekolahnya. Sehingga, terimplementasikan tata tertib sekolah
yang berbasis pada 7K, yakni keamanan, ketertiban, kebersihan,
keindahan, kekeluargaan, kerindangan, dan kesehatan. “Tak hanya di
sekolah, di lingkungan rumah juga begitu. Harapan kami, siswa SMAN 4
Kota Bandung bisa menjadi pelopor, menjadi narasumber kebersihan
lingkungan di lingkungannya serta pro-aktif dalam setiap kegiatan
lingkungan hidup di manapun mereka berada,” harapnya.*

