Menjadi Guru Penggerak Melalui Inovasi Sederhana

Bandung, GarduBerita - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika mendukung visi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim tentang konsep "Guru Penggerak". Kadisdik mengatakan, hal ini bisa diwujudkan sesegera mungkin dimulai dari hal yang kecil dan paling dekat.
"Inovasi muncul dari kebiasaan-kebiasaan kecil. Banyak hal kecil yang bisa dilakukan untuk menjadi guru penggerak. Tidak perlu menunggu bimbingan teknis atau apapun," ujar Kadisdik pada Sosialisasi Ujian Sekolah dan Ujian Nasional di Cabang Dinas Pendidikan Daerah (Cadisdikwil) VII yang digelar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Bandung, Jln. Solontongan No. 10, Kota Bandung, Selasa (21/1/2020). 
Salah satu upaya kecil yang bisa dilakukan oleh guru, lanjut Kadisdik, dengan memanfaatkan waktu pembelajaran seoptimal mungkin. "Kegiatan pembelajaran tak melulu melibatkan di dalam kelas, bisa juga dilakukan di luar kelas. Ajak anak ke luar kelas dan belajar lingkungan sekitarnya. Ini juga bisa mengasah kemampuan berpikir kritis siswa," paparnya.
Sesuai, tambahnya, guru harus mampu mempersiapkan dengan mata pelajaran dan kompetensi apa saja yang bisa disesuaikan dengan keadaan di kelas. Kadisdik meyakini, hal ini bisa membuat siswa lebih siap menghadapi kehidupan setelah lulus sekolah nanti.
Selain kemampuan berpikir kritis, lanjut Kadisdik, satuan pendidikan juga harus menyediakan siswa dengan kemampuan di era ini. Yakni komunikatif, kreatif, dan mampu memecahkan masalah dengan baik. Untuk mencapai cita-cita tersebut, Kadisdik mengimbau satuan pendidikan untuk selalu memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
"Kita semua harus membantah, jangan pernah menyia-nyiakan waktu belajar di antara guru dan siswa. Sudah bukan masanya guru hanya memberi tugas kepada siswa," tegasnya.
Kadisdik pun menekankan peran kepala sekolah yang harus lebih dimaksimalkan. Kepala sekolah harus dapat memulai proses pembelajaran. "Kepala sekolah bisa duduk satu jam di kelas dan harus mampu menganalisis hubungan antara guru dan siswanya," ucapnya.
Kegiatan Sosialisasi Ujian Sekolah dan Ujian Nasional ini dihadiri para pejabat Cadisdikwil VII dan seluruh kepala SMK. *