Bandung, GarduBerita - Untuk menanamkan karakter religius untuk siswa, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Lembang merutinkan salat Duha berjamaah di sekolah. Seperti hari ini, Jumat (17/1/2020), salat Duha berjamaah diikuti 500 siswa dan guru.
Wakil Kepala SMAN 2 Lembang, Ani Karolina menuturkan, pembiasaan ini sudah berlangsung sejak 2018. Selain salat, pembiasaan ini memenuhi tilawah Alquran dan ceramah. Seluruh siswa dilibatkan dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut. "Tilawah dan tausiah dipimpin oleh siswa bergiliran, tapi kalau salat yang memimpin guru selalu," ungkapnya.
Pembiasaan ini, sesuai dengan itu, mengajak siswa untuk beramal baik dengan melakukan ibadah sunah. "Kegiatan ini juga bisa mengakrabkan siswa dengan siswa lain karena selalu bertemu di lapangan sehingga akan terjalin rasa kekeluargaan," paparnya.
Namun, pembiasaan di sekolah yang terletak di Jalan Raya Lembang KM 11,4, Kabupaten Bandung ini, hanya diikuti siswa kelas XI dan XII. Sementara siswa kelas Xadiri salat Zuhur dan Asar berjamaah karena jadwal belajarnya siang hari.
Selain pembiasaan, sekolah yang dipimpin Samsul Arifin ini juga memiliki program lain yang menunjang pendidikan karakter religius untuk siswa. Yakni, gerakan infak setiap hari Rp 1.000 dan memberangkatkan umrah siswa penghafal Alquran (hafiz). "Program ini sudah kita lakukan sejak tahun lalu. Pada bulan Maret tahun ini, ada 4 siswa yang akan berangkat," ucapnya.
Salah seorang siswa, Muhammad Faiz Fauzan Adzima mengapresiasi pembiasaan yang digalakkan oleh sekolah. "Dengan adanya kegiatan ini, siswa jadi lebih suka deket dengan agamanya. Salat Duha juga bisa meningkatkan kereligiusan siswa," ungkapnya.
Siswa kelas XII itu mengaku pernah mendapat giliran menjadi penceramah. Saat itu, siswa jurusan IPA tersebut menyampaikan materi tentang iman dan takwa. "Melalui kesempatan berbicaraamah itu, saya juga belajar cara berbicara di depan banyak orang," pungkasnya. *

