Bandung, GarduBerita - Semua manusia pasti memiliki mimpi masa kecil. Ada yang terwujud, ada juga yang berevolusi menjadi mimpi baru. Ada yang lekas tercapai, ada juga yang butuh waktu tak sebentar untuk digapai.
Anne Rahmawati adalah salah satu dari sekian banyak manusia yang mimpi masa kecilnya telah terwujud. Melalui program Beasiswa Umrah dari sekolahnya, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Lembang itu mampu menggapai mimpinya untuk berkunjung ke Tanah Suci Mekah.
"Waktu kecil saya punya hajat ingin ke Mekah. Setelah mendapat beasiswa ini, saya amat senang, bahagia, dan bangga karena bisa mengangkat derajat orang tua," ungkapnya saat ditemui di sekolah, Jalan Raya Lembang KM 11.4, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (22/1/2020).
Ia tak berangkat sendiri. Ada dua siswa lainnya yang juga berhasil meraih beasiswa tersebut. Yakni, Fayza Alifya Musthafa dan Aditya Nurachman Santoso. Mereka mendapatkan Beasiswa Umrah atas prestasinya menjadi tahfiz Quran terbaik. Selain ketiga siswa, program umrah ini pun memberangkatkan 1 guru pendamping, yakni Sisca Fitriyani. Rencananya, mereka akan berangkat umrah pada 17 Maret 2020.
Kepala SMAN 2 Lembang, Mohammad Samsul Arifin menjelaskan, beasiswa umrah dan tahfiz Quran adalah salah satu dari beberapa program keagamaan yang dicanangkan oleh sekolah. "Program ini telah kita mulai sejak tahun lalu. Kemarin dua siswa, sekarang tiga siswa bersama satu orang guru," terangnya.
Samsul menjelaskan, pembiayaan yang digunakan sepenuhnya menggunakan infak dari siswa dan guru yang juga salah satu program harian sekolah. Setiap hari, siswa dibiasakan memberi infak sebesar Rp 1.000. "Kita juga berusaha menumbuhkan kebiasaan (berinfak) tersebut karena itu ibadah yang sulit sekali. Beribadah untuk orang lain dan manfaatnya sangat besar dan bermanfaat," ungkapnya.
Bukan tanpa alasan mengapa sekolah yang berdiri tepat di depan Alun-alun Lembang ini fokus pada pendidikan keagamaan. Hal tersebut, menurut Samsul, guna mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang salah satu poin utamanya menjadikan peserta didik yang beriman dan betakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
"Untuk menciptakan insan yang beriman dan bertakwa, sekolah harus mengupayakan karakter religius. Nah, program ini merupakan turunan untuk menunjang hal tersebut," jelasnya
Melalui Proses Seleksi
Salah seorang penerima Beasiswa Umrah, Fayza menjelaskan, untuk mendapatkan beasiswa tersebut, seluruh siswa harus melalui empat proses tahap seleksi. Yakni, tahap administrasi, psikotes, tes hafalan Quran, dan munaqosah/ujian akhir. Ia menegaskan, bukan hanya faktor tajwid, tahsin, dan hafalan atau sambung ayat saja yang menjadi aspek penilaian, tapi juga akhlak/perilaku siswa. "Perilaku di sekolah pun termasuk dalam penilaian," tuturnya.
Dari 19 siswa yang mendaftar, ketiganya merupakan siswa terbaik yang mendapatkan beasiswa umrah tersebut. Fayza pun sangat mengapresiasi pihak sekolah yang menggagas program tersebut. "Saya rasa, sekolah di Jabar, baru SMAN 2 Lembang yang ngadain program umrah untuk siswa," ucapnya.
Sedangkan bagi Aditya, dirinya bisa sampai sejauh ini karena tak lepas dari dukungan orang tua. Selain itu, ia berusaha agar mampu menjadi penghafal Quran yang baik. Ia pun mengaku memiliki metode menghafal sendiri.
"Biasanya, saya menghafal usai salat subuh, magrib, dan tahajud. Sebelum tidur, saya juga biasa mendengarkan melalui audio," ungkapnya.*

