Bandung, Garduberita - Guna memberikan dukungan pendidikan karakter di sekolah, guru tak hanya dituntut memberi contoh pada siswa. Lebih
dari itu, pendidikan di sekolah harus menciptakan atmosfer yang
menciptakan siswa untuk berpikir kritis, komunikatif, dan kolaboratif.
Hal
tersebut disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan merangkap
Kirgizstan, Sunaryo Kartadinata pada pertemuan terbatas dengan Pimpinan
Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Dewan
Pendidikan Provinsi Jabar. Rapat
terbatas dengan materi Grand Design Pembangunan Pendidikan Global dan
Implementasinya di Jawa Barat ini, digelar di Ruang Operasi Kantor
Disdik Jabar, Jalan Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung.
"Pendidikan tidak hanya mendukung narasi, tetapi juga menciptakan budaya atau belajar melalui kreativitas," ucapnya.
Menurut Sunaryo, kreativitas guru menjadi kunci dalam kecerdasan pendidikan karakter di sekolah. Sesuai, tidak komunikatif dan kolaboratif harus benar-benar dimaksimalkan. Salah satu bentuk kolaborasi antara guru dan siswa dapat dilakukan dalam pencapaian nilai.
"Ketika
menentukan jawaban soal, jawab itu menyetujui guru atau kelompok?
Jawabannya adalah pendapat guru sendiri sehingga kolaborasi tak
terbentuk. Dalam satu kelas, tunjuk wakil kelompok atau siswa untuk
bicara," ujar Rektor UPI periode 2005 hingga 2015 tersebut.
Proses pendidikan, lanjutnya, harus mulai bergeser dengan tak lagi mengutamakan target kuantitatif. Namun, fokus pada proses menciptakan anak yang kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. "Ini menjadi kunci utama untuk pendidikan di Jabar. Perlu pengawalan dan perintah garis yang kuat dari provinsi, kemudian ke kabupaten / kota," tutur Ketua Umum Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) itu.
Menjadikan,
tegasnya, peran Disdik bukan sebatas birokrasi, tetapi juga merupakan
koridor untuk menyatukan visi Jabar ke seluruh kabupaten / kota melalui
pendidikan. "Visi itu adalah perekat. Sebab, konsep Jabar Juara enggak bisa dilempar begitu saja," tegasnya.
Rapat
terbatas ini dihadiri oleh Kadisdik Jabar, Dewi Sartika, Sekdisdik
Jabar (Wahyu Mijaya), Kepala Bidang Pembinaan SMA (Yesa Sarwedi), Kepala
Bidang Pembinaan SMK (Deden Syaiful Hidayat), Kepala Bidang Guru dan
Tenaga Kependidikan (Asep Suhanggan), dan dewan Pendidikan kabupaten /
kota. *

