Bandung, GarduBerita - Ada empat pilar yang harus ditumbuhkan untuk menciptakan pengalaman belajar bagi siswa. Yakni memperkuat literasi, kemampuan kognitif, kewirausahaan, dan pengetahuan tentang kebudayaan.
Hal tersebut diungkapkan Pendiri Rumah Siap Kerja, Sandiaga Uno dalam acara Konferensi Pendidikan Darul Hikam di El Hotel Royale, Jln. Merdeka No. 2, Kota Bandung, Rabu (4/3/2020).
Menurutnya, pilar empat ini memiliki peran penting. Pada pilar literasi, siswa harus dapat mengkaji data serta memiliki relasi dan kemampuan mendukung dengan lingkungannya. "Di pilar kemampuan kognitif, siswa harus bisa berpikir kritis dan berpikir-berpikirnya harus memiliki pemikiran," katanya.
Sementara di pilar enterpreunership , tambah Sandiaga, bukan hanya tentang berwirausaha atau profesi. " Kewirausahaan adalah pola pikir atau pola pikir. Seperti, selalu optimis, positif, dan bersyukur serta diiringi sikap yang inovatif, berjuang mengambil risiko, dan proaktif," jelasnya.
Bagi Sandiaga, berikan kesempatan anak untuk mencoba dan berjuang mengambil risiko adalah hal yang baik. "Kalau mereka salah, enggak apa-apa. Jangan dimarahi, tapi dibimbing. Kesalahan akan menjadi ilmu yang akan membawa kemudahan bagi mereka," imbaunya.
Ia menang, kualitas Indonesia sama sekali tak tertinggal dari negara-negara lain. "Indonesia enggak kalah. Kita harus tetap bersemangat dan punya terobosan pendidikan yang nyambung dengan kehidupan sosial ekonomi ke depan. Saya yakin, Pak Menteri punya ide menarik," ucapnya.
Selain Sandiaga, acara milad Yayasan Darul Hikam ini dihadiri pula oleh Anggota Komisi X DPR RI, Desi Ratnasari dan Ledia Hanifa Amaliah, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika serta tenaga pendidik se-Indonesia. *

