Bandung Juara Digital 2025: IMDI Tertinggi dan Smart City Semakin Nyata


BANDUNG, Gardu Berita - 
Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam bingkai Bandung Utama menghadirkan lompatan signifikan di sektor transformasi digital.

Pada pilar Maju, Kota Bandung mencatat capaian membanggakan melalui Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI), Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), hingga implementasi smart city yang semakin dirasakan warga.

Kota Bandung meraih skor 64,77 dan menempati posisi tertinggi nasional untuk Kawasan Indonesia Bagian Barat. IMDI mengukur empat pilar utama: infrastruktur dan ekosistem digital, literasi digital, pemberdayaan masyarakat, dan lapangan kerja berbasis digital.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menyebut capaian ini mencerminkan kesiapan masyarakat dan pemerintah menghadapi era digital. Akses internet merata dengan penetrasi mencapai 85 persen, memungkinkan warga memanfaatkan teknologi untuk ekonomi, budaya, dan lapangan kerja.

Selain IMDI, Indeks SPBE Kota Bandung mencapai 4,66 dengan kategori sangat baik, menegaskan tata kelola pemerintahan digital semakin matang. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Yayan A. Brilyana, menyebut keberhasilan ini didukung konsistensi penguatan ekosistem digital dan reformasi birokrasi berbasis teknologi.

Pemkot Bandung menghadirkan Panic Button di ruang publik seperti Taman Supratman dan Alun-alun Bandung, terintegrasi dengan layanan Bandung Siaga 112, CCTV PTZ, dan sistem komunikasi dua arah.

Sistem CCTV Pelindung kini aktif di lebih dari 389 titik kota, dapat diakses publik melalui pelindung.bandung.go.id, dan mendukung pengelolaan lalu lintas, deteksi dini bencana, serta keamanan lingkungan.

Smart Pole hadir sebagai tiang penerangan pintar yang dilengkapi kamera pengawas, sensor lingkungan, dan perangkat komunikasi terhubung ke Bandung Command Center.

“Transformasi digital harus disertai keamanan siber. Kami membangun SOC, CCTV analitik, dan panic button agar warga merasa aman dan terlindungi,” ujar Yayan, Senin 23 Februari 2026.

Digitalisasi juga mendorong ekonomi. Realisasi investasi Kota Bandung pada 2025 mencapai Rp11,92 triliun, melampaui target, menunjukkan ekosistem digital memperkuat smart economy.

Tahun 2026, Pemkot Bandung menyiapkan program cepat seperti sport tourism, ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah, beautifikasi 17 ruas jalan wisata, dan pemanfaatan AI untuk layanan publik serta keamanan kota.

Satu tahun Bandung Utama membuktikan transformasi digital bukan sekadar wacana. Dengan IMDI tertinggi, SPBE kategori sangat baik, serta inovasi smart city seperti Panic Button, Pelindung, dan Smart Pole, Kota Bandung semakin terkoneksi, aman, dan siap menjadi kota maju berbasis teknologi.

***