Puskesmas 24 Jam di Bandung Permudah Akses Berobat, 1.674 Kunjungan dalam 20 Hari




BANDUNG
- Pemerintah Kota Bandung menghadirkan layanan Puskesmas 24 Jam sebagai bagian dari program Bandung Utama untuk memperluas akses layanan kesehatan primer bagi masyarakat. Program ini memungkinkan warga berobat tanpa harus terpaku pada jam operasional pagi hari.

Di Puskesmas Garuda, sejumlah pasien mengaku terbantu dengan fleksibilitas waktu layanan. Ana, salah satu pasien, menilai layanan ini memudahkan masyarakat yang bekerja atau bersekolah pada pagi hari. Hal serupa disampaikan Warsini yang merasa lebih mudah mendapatkan pelayanan saat keluhan kesehatan muncul di luar jam kerja.

Pengalaman positif juga dirasakan pasien di Puskesmas Ibrahim Adjie. Vina dan Lusman menyebut layanan 24 jam membantu mereka mengakses penanganan medis tanpa harus menunggu keesokan harinya.

Tak hanya memperpanjang jam operasional, layanan ini juga terintegrasi dengan administrasi kependudukan. Warga yang melahirkan di puskesmas langsung mendapatkan dokumen seperti akta kelahiran, KIA, dan pembaruan Kartu Keluarga secara otomatis.

Data Humas Kota Bandung mencatat, pada periode 12–31 Januari 2026 terdapat 1.674 kunjungan ke layanan Puskesmas 24 Jam. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan warga terhadap akses kesehatan yang fleksibel dan responsif.