Farhan Dorong MC Manfaatkan AI, Karakter dan Keaslian Tetap Jadi Kunci

Uploaded Image

BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak para Master of Ceremony (MC) untuk memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai peluang meningkatkan kualitas dan produktivitas profesi.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Pengukuhan Pengurus MC.BDG periode 2026–2029 sekaligus perayaan Hari Jadi ke-9 MC.BDG di Gedung Pusat Kebudayaan Kota Bandung, Kamis (11/6/2026).

Menurut Farhan, perkembangan teknologi saat ini telah mengubah lanskap industri komunikasi secara signifikan. Namun, di tengah kemajuan AI, karakter dan keaslian manusia tetap menjadi nilai yang tidak tergantikan.

“Artificial Intelligence harus dimanfaatkan dengan baik. Jangan digunakan untuk memalsukan sesuatu, tetapi jadikan sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas,” ujarnya.

Farhan menilai, era digital membuat audiens semakin menghargai sosok yang tampil apa adanya. Karena itu, seorang MC tidak cukup hanya memiliki kemampuan berbicara yang baik, tetapi juga harus mampu menunjukkan karakter yang kuat dan autentik.

Ia mencontohkan, publik saat ini lebih tertarik pada gaya komunikasi yang jujur dan natural dibandingkan penampilan yang dibuat-buat.

“Yang dicari publik sekarang adalah kejujuran. Orang ingin melihat sosok yang berbicara seperti dirinya sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga berbagi pengalaman perjalanan kariernya yang dimulai sebagai penulis naskah di sebuah radio di Bandung pada 1993. Pengalaman itu menjadi fondasi penting dalam membangun kemampuan komunikasi yang kemudian membawanya ke berbagai profesi di dunia media dan pemerintahan.

Ia menegaskan bahwa dasar-dasar ilmu penyiaran radio masih relevan hingga saat ini karena mengajarkan teknik intonasi, ekspresi, serta kemampuan mengatur alur komunikasi.

Farhan berharap MC.BDG dapat menjadi wadah pengembangan kompetensi bagi para pembawa acara di Jawa Barat agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi tanpa kehilangan identitas dan karakter pribadi.

“Menjadi MC adalah profesi yang mulia. Terus belajar, terus berkembang, dan jangan pernah berhenti mencari karakter diri sendiri,” tuturnya.